Sumber: Run Society
Lari menjadi olahraga yang semakin populer di tahun ini. Semakin banyak orang yang menyukai olahraga lari ini karena mudah dilakukan, tanpa perlu alat tambahan ataupun menyewa lapangan. Lari bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun asal menggunakan sepatu yang tepat. Walaupun olahraga ini mudah dilakukan, bukan berarti bebas dari resiko cedera.
Buat kamu yang sudah mulai intens berlari, harus lebih memahami beberapa jenis cedera dalam lari yang sering dialami para pelari. Tidak hanya pelari pemula, pelari professional juga sering mengalami beberapa cedera akibat lari ini. Banyak alasan dibalik terjadinya cedera ini, mulai dari pemilihan sepatu yang salah atau karena intensitas lari yang terlalu sering dan tubuh belum sepenuhnya siap.
Supaya kamu bisa lebih waspada, penting untuk mengenali berbagai jenis cedera yang umum terjadi saat berlari. Dengan mengetahui penyebab, gejala, dan cara penanganannya, kamu bisa meminimalisir risiko sekaligus menjaga tubuh tetap siap untuk latihan berikutnya. Coba pelajari enam jenis cedera lari yang paling sering dialami para pelari berikut ini!
Shin Splints
Jenis cedera dalam lari yang pertama adalah shin splints, dimana para pelari akan merasakan nyeri pada tulang kering atau tibia. Nyeri biasanya terasa di bagian depan atau belakang tulang kering dan bisa semakin parah ketika kamu melangkah. Penyebabnya beragam, mulai dari tekanan berlebih pada tulang, teknik berlari yang kurang tepat, ataupun kurangnya latihan otot pada kaki.
Selain itu, shin splints juga bisa diakibatkan karena salah memilih sepatu. Contohnya, menggunakan sepatu carbon plate untuk easy run dapat memicu cedera ini karena bebannya tidak sesuai kebutuhan latihan harian. Rasa nyeri dan ngilu ini biasanya akan muncul bertahap, awalnya kamu bisa mentolerir rasa sakitnya tapi lama kelamaan akan sangat nyeri.
Cedera ini dikenal sulit sembuh dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama. Kamu benar-benar harus melakukan recovery dengan baik, karena bila dipaksakan, kondisi bisa semakin parah dan mengganggu performa lari dalam jangka panjang.
Sumber: The Foot Practice
Plantar Fasciitis
Salah satu cedera saat olahraga lari yang juga sering dialami pelari adalah plantar fasciitis. Ini terjadi ketika jaringan plantar fascia atau pita tebal di telapak kaki yang menghubungkan tumit ke jari mengalami inflamasi atau peradangan. Cedera ini akan menimbulkan nyeri hebat pada tumit dan telapak kaki. Plantar Fasciitis bisa terjadi jika kamu sering berlari di permukaan yang tidak rata atau keras.
Kalau kamu mengalami cedera ini, kamu akan merasakan rasa sakit yang menusuk seperti terbakar di bagian tumit, terutama saat langkah pertama di pagi hari atau setelah duduk lama. Jika kamu masih memaksakan untuk tetap berlari dengan kondisi ini akan sangat berbahaya. Saat berlari, telapak dan tumit selalu kontak dengan permukaan, sehingga tekanan terjadi terus menerus dan bisa memperburuk rasa sakit.
Untuk meringankan kondisinya, kamu bisa memijat telapak kaki dengan cara menggulirkan bola tenis secara perlahan dalam posisi duduk. Sehingga plantar fascia yang tegang bisa lebih rileks dan nyeri jadi tak berlebihan.
Runner’s Knee
Jenis cedera yang dialami pelari selanjutnya adalah runner’s knee atau cedera lutut. Ketika berlari lutut menjadi tumpuan utama tubuh, sehingga kalau lutut kamu belum cukup kuat dan dipaksakan untuk terus berlari, kamu akan mengalami cedera lutut ini.
Terutama kalau berlari jarak jauh, lutut terus-menerus menekuk dan akan terjadi gesekan antara tulang lutut. Hal inilah yang menjadi sumber nyeri, rasa tidak nyaman, atau bahkan pembengkakan setelah berlari. Gejala ini sering muncul tiba-tiba setelah intensitas lari meningkat.
Kalau mengalami nyeri di area lutut, segera lakukan penanganan seperti kompres es beberapa kali sehari. Menambah waktu pemanasan dan melakukan gerakan khusus untuk lutut juga bisa membantu mengurangi rasa sakit. Hindari berlari sampai rasa nyeri hilang sepenuhnya agar cedera tidak semakin parah.
Baca juga: 5 Teknik Dasar Lari yang Wajib Diketahui untuk Hindari Cedera
Ankle Sprain
Jenis cedera dalam lari yang selanjutnya adalah ankle sprain atau cedera terkilir pada pergelangan kaki. Ankle sprain akan terjadi jika kaki mendarat dengan posisi yang tidak tepat, terutama di permukaan tanah yang tidak rata. Kondisi ini membuat ligamen di sekitar pergelangan kaki meregang atau bahkan robek. Akibatnya, kaki bisa langsung terasa sakit, bengkak, dan sulit digerakkan.
Jenis cedera yang satu ini sebenarnya bisa kamu hindari, kamu harus lebih waspada dan memperhatikan jalanan ketika berlari. Apabila kamu sudah sekali saja terkena cedera ankle ini, akan sangat rentan terjadi lagi di kemudian hari jika tidak ditangani dengan benar. Teruslah berlatih lari supaya kamu lebih terbiasa dan bisa memastikan kaki selalu mendarat dengan sempurna.
Sumber: Running Malaysia
Achilles Tendinitis
Jenis cedera yang dialami pelari selanjutnya adalah achilles tendinitis, yang merupakan cedera pada tendon achilles yaitu tendon besar yang menghubungkan otot betis dengan tumit. Kondisi ini menyebabkan nyeri atau sensasi terbakar di bagian belakang kaki, mulai dari tumit hingga betis. Biasanya cedera ini terjadi akibat peningkatan jarak atau intensitas lari yang terlalu cepat.
Penanganan paling efektif adalah mengistirahatkan kaki dan mengurangi tekanan atau tarikan pada tendon. Kamu juga bisa melakukan pijatan ringan di area yang sakit serta mengompresnya dengan es untuk meredakan inflamasi. Dengan pemulihan yang bertahap, cedera akibat lari ini dapat sembuh dengan baik tanpa mengganggu rutinitas lari jangka panjang.
Blister
Selain cedera pada bagian otot, pelari juga bisa mengalami cedera di bagian luar atau kulit. Cedera itu bernama blister atau lepuh pada kaki. Walaupun cedera ini tergolong ringan namun sangat mengganggu ketika berlari, karena terasa sangat perih apalagi ketika bergesekan dengan sepatu atau kaos kaki.
Gejala berupa gelembung berisi cairan pada kulit, dan cedera ini biasanya muncul ketika kamu menggunakan sepatu baru, kaos kaki yang kurang nyaman, atau sepatu yang terlalu sempit. Jika blister sudah muncul, hindari memecahkannya secara sengaja karena dapat menyebabkan kulit mengelupas dan berisiko infeksi. Biarkan proses penyembuhan terjadi secara alami sambil menghindari gesekan berlebih.
Itulah beberapa jenis cedera dalam lari yang sering sekali dialami para pelari. Pastikan ketika berlari kamu tidak berlatih dengan intensitas yang sangat tinggi, lakukan secara bertahap dan perlahan. Perhatikan juga sepatu dan kaos kaki supaya lari semakin nyaman. Selalu berhati-hati dan selalu aware dengan kondisi sekitar supaya cedera saat olahraga lari ini tidak terjadi.
Supaya momen olahraga lari kamu bisa terasa lebih ringan dan nyaman, kamu bisa mendengarkan musik menggunakan Shokz OpenRun Pro 2 selama berlari. Dual driver pada earphone yang dilengkapi dengan teknologi Direct Pitch akan menjamin musik terdengar jelas tanpa bocor. Desain open ear yang nyaman dan pas di telinga tidak akan mengganggu aktivitas lari kamu.
Tentunya, kamu bisa mendapatkan earphone ini melalui Urban Republic. Dapatkan dengan harga spesial dan beragam voucher belanja yang bisa bikin belanja lebih menguntungkan, hanya di Urban Republic. Tak ketinggalan, dapatkan juga penawaran gratis ongkir, jaminan barang original dan bonus poin MyEraspace setiap pembelian di Urban Republic!
Baca juga: 7 Gerakan Pendinginan Setelah Lari yang Harus Selalu Dilakukan

