
Saat membuat konten video untuk dibagikan ke media sosial, salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah suara. Video yang punya kualitas suara bagus, pastinya membuat orang lebih betah menyaksikan videonya. Terkadang kalau hanya mengandalkan suara dari video langsung hasilnya kurang bagus, sehingga harus melakukan voice over agar suara lebih terdengar dan hasilnya lebih profesional.
Tenang, untuk membuat voice over yang berkualitas kamu tidak perlu alat-alat yang mahal. Faktanya, banyak konten kreator yang sukses memulai karier mereka hanya dari rumah dengan peralatan rekaman suara seadanya. Kunci utamanya bukan pada kemahalan alat, melainkan pada teknik dan optimalisasi perekamannya.
Buat kamu yang rutin buat podcast atau sering mengisi voice over di konten video TikTok atau Instagram. Berikut 7 cara buat voice over yang bagus meski hanya menggunakan alat sederhana!
Sebelum mulai melakukan voice over, ada beberapa hal yang -perlu kamu persiapkan. Pertama adalah script atau naskah, sejak awal kamu harus tahu apa yang mau dibicarakan supaya ketika merekam tidak bingung dan jadi membuang waktu karena banyak diam atau bergumamnya. Kalau sudah ada naskah kamu tinggal membacanya saja, jadi lebih mudah dan tempo lebih terjaga.
Hal yang perlu kamu siapkan kedua adalah aplikasi perekaman suaranya. Terkadang hal ini sering dilupakan, kamu terlalu fokus dengan microphone atau script tapi lupa download aplikasi rekaman suara. Kamu bisa menggunakan aplikasi bawaan seperti voice notes atau voice recorder. Tetapi kalau ingin hasilnya lebih baik bisa pakai Garage Band, Audacity, Dolby On, atau WavePad.
Pastikan juga aplikasi yang kamu gunakan sudah mendukung format WAV daripada MP3, supaya mendapatkan kualitas audio yang lebih detail. Tetapi kalau kamu ingin hasil yang sederhana sebenarnya cukup menggunakan aplikasi voice notes bawaan di handphone atau desktop.

Sumber: Shutterstock
Cara membuat voice over yang berkualitas selanjutnya adalah pastikan kamu menggunakan microphone untuk merekam suara. Kalaupun belum punya mic eksternal, kamu tetap bisa menggunakan mic bawaan smartphone. Kuncinya, kamu harus mengetahui posisi lubang mic di handphone dan arahkan mulut ke posisi tersebut. Letakkan HP sedikit di samping mulut atau sejajar dengan hidung dengan jarak sekitar 10-15 cm untuk hasil yang lebih maksimal.
Tetapi memang akan lebih baik jika menggunakan microphone baik itu microphone clip on, lavalier, ribbon ataupun condenser. Kamu juga bisa menggunakan USB microphone yang menjadi satu dengan kabel earphone. Tetapi pastikan earphone yang digunakan original, karena kalau earphone yang memang dijual murah sering menghasilkan suara "kresek-kresek" dan frekuensi suara yang tidak stabil.
Kalau kamu ingin menghasilkan voice over yang halus, bulat dan stabil kamu perlu menggunakan pop filter yang dipasang di microphone milikmu. Pop filter berfungsi meredam suara "plosif" seperti letupan udara dari huruf P, B, T. Alat tambahan ini bisa membantu kamu mendapatkan suara dengan kualitas yang lebih bagus dan pastinya tanpa noise.
Bentuknya beragam, tetapi kebanyakan seperti jaring dari nilon atau logam yang fungsinya menyaring semburan udara agar tidak menabrak diafragma mikrofon secara langsung. Jika tidak punya yang profesional, kamu bisa berkreasi dengan alat sederhana seperti menggunakan kaos kaki tipis atau kain tipis untuk membungkus mic. Cara ini secara instan membuat suara terdengar lebih "bulat".
Ketika kamu merekam suara untuk dimasukkan ke konten video, pastikan suara tidak ada gangguan atau noise yang membuat hasilnya jadi jelek. Untuk bisa mendapatkan suara yang bersih, kamu perlu merekam suara di tempat yang minum gangguan. Tidak harus di studio yang ada peredam suaranya, kamu bisa mencari tempat di rumah yang memang sepi dan tidak ada gangguan suara.
Kamu bisa rekam di kamar dengan pintu yang ditutup rapat. Atau bisa juga rekam suara di dalam lemari pakaian atau di ruangan yang penuh dengan gorden dan karpet. Benda-benda berbahan kain berfungsi menyerap gema sehingga suara kamu terdengar lebih dalam dan jernih. Ingat bahwa gangguan suara atau noise adalah musuh utama dari voice over. Supaya tidak kerja dua kali, mulailah rekaman suara dari tempat yang tepat.
Baca juga: Ciri-Ciri Modus Penipuan Voice Spoofing atau Suara Kloning AI
Kalau ingin mendapatkan voice over yang berkualitas jangan lupa untuk menjaga jarak antara mic dan mulut. Jarak yang terlalu dekat membuat suara pecah dan sebaliknya jika terlalu jauh membuat suara terdengar sayu dan lemas. Maka, kamu harus menjaga jarak yang tepat agar suara yang terdengar bulat dan keras suara tepat.
Sebagai tips, kamu bisa merekam suara dengan jarak sekitar 10 - 15 cm antara mulut dan microphone. Secara mudah jaraknya bisa diukur setara satu jengkal tangan. Pastikan posisi mic sedikit di samping atau di bawah dagu, bukan tepat di depan mulut untuk menghindari hembusan napas langsung. Penempatan seperti ini akan menghasilkan suara yang tebal dan bertenaga, sekaligus meminimalisir gangguan suara latar.

Sumber: LinkedIn
Untuk bisa menghasilkan voice over yang berkualitas, kamu harus bisa menggunakan teknik pernapasan yang tepat. Perbanyak latihan membaca agar terbiasa dan ketika merekam kamu tidak terkesan ngos-ngosan. Gunakan pernapasan diafragma agar suara memiliki power dan tidak terdengar cempreng.
Selain teknik pernapasan, kamu juga perlu berlatih artikulasi. Pastikan kamu berbicara dengan tempo yang tenang dan artikulasi yang jelas. Jangan terburu-buru karena pendengar atau penonton akan merasa tidak nyaman. Kedua hal ini bisa semakin membaik jika kamu sering berlatih atau semakin sering melakukan voice over. Jangan lupa juga, sebelum rekaman suara kamu sudah minum air putih agar suara tidak serak & kering.
Cara buat voice over yang bagus selanjutnya adalah kamu perlu melakukan editing sederhana, supaya hasilnya lebih berkualitas. Kalau ingin all out di setiap konten video atau podcast kamu, jangan biarkan hasil rekaman terdengar apa adanya. Gunakan aplikasi editing seperti Audacity atau Lexis untuk memoles hasil akhir.
Kamu hanya perlu edit pada bagian noise reduction supaya menghilangkan suara latar yang masih menganggu. Untuk bisa menciptakan suara stabil dari awal hingga akhir kamu juga bisa melakukan normalisasi suara, pilih menu “normalize” yang biasanya tersedia di semua aplikasi audio editing.
Kamu juga bisa atur equalizer dari suara yang sudah direkam, tambahkan sedikit bass untuk memberikan kesan suara yang lebih berwibawa. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan juga perhatikan juga konten video yang dibuat, edit sesuai suasana yang terbangun di kontenmu.
Itu dia beberapa cara membuat voice over yang berkualitas dengan alat yang sederhana dan bisa dilakukan di rumah. Perlu diingat kalau kualitas voice over dipengaruhi dari teknik bicara dan editing yang pas, tidak hanya tergantung dengan microphone yang kamu gunakan. Mulailah dengan apa yang ada, lalu asah kemampuan editing kamu seiring berjalannya waktu.
Tetapi kalau kamu ingin hasil suara yang dijamin bagus tanpa perlu repot editing, rekamlah suara menggunakan DJI Mic 3. Microphone ini ringkas, ringan, tidak mencolok dengan metode pemasangan magnetic dan klip. Kamu bisa merekam suara dengan mode stereo ataupun mono. Untuk kualitas suaranya tidak perlu diragukan karena sudah dilengkapi tiga preset nada suara & peredam kebisingan dua tingkat.
Microphone ini juga bisa dihubungkan ke banyak perangkat, sangat fleksibel untuk dipakai. Tentunya untuk bisa mendapatkan mic ini kamu bisa membelinya melalui Urban Republic. Ada jaminan barang 100% original, potongan harga spesial hingga penawaran gratis ongkir setiap pembelian di Urban Republic. Pastikan juga kamu sudah bergabung menjadi member MyEraspace untuk dapatkan keuntungan belanja lainnya!
Baca juga: Inilah Fitur DJI Mic 3 yang Bisa Bikin Konten Jadi Lebih Berkualitas!