Sumber: freepik
Kejahatan social engineering mungkin masih merupakan istilah yang kurang familiar bagi sebagian orang di Indonesia. Namun, hampir semua orang sebenarnya pernah menjadi target percobaan kejahatan social engineering. Pada dasarnya, kejahatan social engineering merupakan jenis kejahatan digital dengan cara memanipulasi psikologis setiap korbannya demi mendapatkan data-data penting.
Sasaran yang paling sering menjadi korban adalah para nasabah perbankan termasuk kamu pastinya. Penipuan dengan metode ini dilakukan oleh pelaku yang berpura-pura sebagai petugas bank untuk memperoleh data pribadi atau uang nasabah dan masih sering terjadi, menyebabkan kekhawatiran di masyarakat. Masyarakat harus waspada dan memverifikasi kebenaran informasi atau tawaran dari pelaku kepada petugas bank resmi.
Lalu bagaimana tanda dan cara menghindari kejahatan social engineering? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Sumber: Freepik
Tanda-Tanda Kejahatan Social Engineering
Pada dasarnya, serangan yang dilancarkan oleh kejahatan social engineering biasanya datang dengan berbagai bentuk dan mengandalkan kelemahan setiap orang. Hal ini menjadikannya sangat sulit untuk diidentifikasi khususnya tanda-tanda dari kejahatan ini. Akan tetapi, ada sejumlah tanda dari kejahatan social engineering yang bisa dijadikan acuan dalam mengantisipasinya.
Adapun sejumlah tanda dari kejahatan social engineering yang bisa diperhatikan sebagai tindakan preventif, di antaranya sebagai berikut:
- Kamu menerima email atau pesan teks yang tidak diminta dari seseorang yang tidak dikenal.
- Pesan tersebut konon sangat mendesak.
- Pesan tersebut mengharuskan kamu mengklik tautan atau membuka lampiran.
- Pesan tersebut mengandung banyak kesalahan ketik dan tata bahasa.
- Panggilan dari seseorang yang tidak dikenal.
- Pemanggil mencoba mendapatkan informasi pribadi dari kamu.
- Pemanggil berusaha membuat kamu mengunduh sesuatu.
- Pemanggil juga berbicara dengan nada yang sangat mendesak dan/atau agresif.
Baca juga: Penipuan di Whatsapp dengan Modus Phishing yang Semakin Marak
Modus-modus Kejahatan Social Engineering
Berikut beberapa modus social engineering yang dirangkum dari Jurnal Kominfo Artikel Penyerangan Social dan The International Criminal Police Organization - Interpol, seperti dikutip dari Litbang Kompas:
- Phishing merupakan salah satu kejahatan pada social engineering dengan pelaku yang menggunakan email, pesan teks, maupun panggilan telepon dari sumber yang terlihat tepercaya untuk mendapatkan informasi pribadi.
- Penipuan telekomunikasi dengan pelaku yang menghubungi korban, lalu berpura-pura menjadi teman, rekan kerja, maupun seseorang yang dipercaya.
- Kompromi email bisnis dengan pelaku meretas sistem email untuk mendapatkan informasi mengenai sistem pembayaran, lalu digunakan untuk menipu korban.
- Penipuan hubungan alias romance scams dengan pelaku membangun hubungan ke korban melalui media sosial dengan tujuan menipu.
- Penipuan informasi dengan pelaku menipu korban untuk berinvestasi dalam saham yang tidak bernilai.
Sumber: Freepik
Cara Menghindari Kejahatan Social Engineering
Jika mengacu pada Otoritas Jasa Keuangan setidak ada sejumlah tips untuk menghindari kejahatan social engineering. Adapun sejumlah tips yang dimaksud, di antaranya sebagai berikut:
- Lindungi data pribadi pelaku kejahatan yang menggunakan rekayasa sosial akan mencoba memperoleh data pribadi targetnya untuk mengakses aset sehingga penting untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi.
- Waspada penipu yang menyamar sebagai Petugas Bank atau Instansi Lainnya Pelaku sering berpura-pura menjadi petugas bank atau instansi lain untuk meminta data pribadi seperti password, PIN, atau one-time password atau OTP.
- Jangan unggah data pribadi ke media sosial seperti menggunakan fitur add yours di Instagram Stories yang mengajak pengguna menjawab pertanyaan atau mengikuti tema tertentu.
- Cek keaslian nomor Telepon dan akun media sosial bank ketika berinteraksi dengan petugas bank seperti akun media sosial memiliki tanda verifikasi dan bandingkan nomor telepon maupun email dengan tercantum di situs resmi bank.
- Aktifkan Two-Factor Authentication atau fitur autentikasi dua faktor (2FA) untuk meningkatkan keamanan dengan memerlukan dua tahap agar masuk ke akun seperti PIN , password, sidik jari, pemindaian wajah, atau memasukkan OTP yang dikirim ke email atau nomor telepon terdaftar.
- Aktifkan notifikasi transaksi dan periksa secara berkala sehingga bisa mengurangi risiko terkena rekayasa sosial di setiap transaksi dari rekening bank. Hal ini dilakukan untuk memantau transaksi dan memastikan semuanya sesuai dengan yang kamu lakukan.
Dengan mengetahui sejumlah tanda dan cara menghindari kejahatan social engineering, tentunya kamu bisa mulai menerapkan tindakan preventif untuk menghindari permasalahan tersebut. Apalagi di era serba digital seperti saat ini, risiko menjadi sasaran kriminal sangat besar peluangnya.
Penting bagi kamu untuk mencegah hal tersebut dengan sejumlah cara di dalamnya. Selain itu, kamu bisa menggunakan jenis gadget yang didukung sistem keamanan lebih di dalamnya. Apalagi kamu bisa mendapatkan jenis gadget ini secara online melalui Eraspace. Ada banyak pilihan gadget dari sejumlah merek ternama yang bisa dipilih sesuai dengan bujet dan kebutuhan.
Belanja di sini memungkinkan kamu mendapatkan banyak keuntungan seperti promo diskon, gratis ongkos kirim, hingga poin MyEraspace yang bisa dikumpulkan untuk kembali digunakan pada transaksi berikutnya. Caranya dengan mengunjungi website resmi Eraspace atau download aplikasinya di smartphone.
Jadi tunggu apalagi? Yuk, temukan produk gadget impianmu secara mudah hanya di Eraspace, sekarang.
Baca juga: Kasus Penipuan iPhone, Alasan Wajib Beli Produk di Gerai Resmi