Kategori
Sumber: Shutterstock
7 Kasus Kejahatan di Dunia Digital yang Marak Terjadi di Tahun 2026
08 Mei 2026
Technology

Perkembangan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan dalam mendukung kegiatanmu sehari-hari. Mulai dari transaksi online, komunikasi jarak jauh, hingga penggunaan AI yang semakin canggih, membuat aktivitas jadi lebih praktis dan cepat. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman akan terjadinya kejahatan di dunia digital juga semakin meningkat dengan berbagai modus baru yang semakin sulit dikenali. 



Bahkan banyak penipuan online yang kini sudah memanfaatkan kecanggihan dari teknologi AI supaya terlihat makin meyakinkan. Di tahun 2026 ini, kasus kejahatan siber tidak lagi hanya terjadi pada perusahaan besar. Justru masyarakat biasa yang aktif menggunakan internet dan media sosial yang terjebak dalam kasus kejahatan siber ini. 



Pelaku memanfaatkan kelengahan korban untuk mencuri uang, data pribadi, hingga mengambil alih akun penting untuk keuntungan sepihak. Supaya hal semacam ini tidak terjadi padamu, tentunya kamu harus tahu apa saja contoh kejahatan digital yang masih sering terjadi di tahun 2026 ini. Berikut penjelasan lengkapnya! 





Penipuan Berbasis Deepfake AI 



Salah satu kasus kejahatan digital yang paling mengkhawatirkan di tahun 2026 adalah penipuan berbasis deepfake AI. Teknologi AI sekarang sudah mampu membuat video, suara, hingga wajah seseorang terlihat sangat mirip dengan aslinya. Pelaku biasanya memanfaatkan teknologi ini untuk meniru anggota keluarga, atasan kantor, atau kerabat dekat demi mendapatkan uang maupun data pribadi korban. 



Kemampuan deepfake AI sangatlah hebat, tampilan terlihat sangat realistis, banyak orang akhirnya percaya dan mengikuti permintaan dari pelaku tanpa curiga. Modus yang sering terjadi adalah video call palsu yang meminta transfer uang dengan alasan darurat atau meminta data rahasia perusahaan.



Selain muka, suara juga dibuat sangat mirip sehingga orang dengan mudah memberikan apa yang diminta. Supaya penipuan online semacam ini tidak terjadi padamu, selalu lakukan verifikasi langsung kepada orang terkait. 



Sumber: QR Code Kit



Quishing 



Contoh kejahatan digital yang juga marak terjadi di tahun 2026 ini adalah quishing, yaitu penipuan yang memanfaatkan QR code palsu untuk menjebak korban. Sekarang, hampir semua pembayaran, menu restoran, hingga informasi layanan menggunakan QR code, celah ini dimanfaatkan pelaku untuk mencuri data pribadi pengguna. 



Biasanya korban diarahkan ke website palsu yang tampilannya dibuat mirip page bank, e-wallet, kurir, atau merchant resmi. Setelah masuk ke halaman tersebut, korban diminta login dan memasukkan data penting seperti PIN, password, hingga OTP. Tanpa disadari, data yang dimasukkan itu langsung jatuh ke tangan penipu dan bisa digunakan untuk membobol akun korban.



Salah satu modus yang sering ditemukan adalah penempelan stiker QR palsu di tempat umum seperti restoran atau area pembayaran parkir. Sekilas tampilannya terlihat normal sehingga banyak orang langsung memindainya tanpa mengecek terlebih dahulu. Ternyata QR itu adalah jebakan, maka kamu harus berhati-hati dan jangan scan kalau memang terlihat mencurigakan. 



Bukti Transfer Palsu



Walau kasus pengiriman bukti transfer palsu sudah lama terjadi, ternyata di tahun 2026 jenis penipuan seperti ini masih sering terjadi. Modus ini semakin berbahaya karena sekarang pelaku memanfaatkan bantuan AI untuk membuat tampilan bukti transfer terlihat sangat realistis dan mirip dengan yang aslinya.  Biasanya pelaku mengirim screenshot transfer palsu atau mengubah nominal transaksi supaya terlihat sudah membayar. 



Korban yang terburu-buru sering langsung percaya lalu mengirimkan barang tanpa mengecek saldo rekening terlebih dahulu. Fenomena ini makin sering terjadi karena transaksi online sekarang banyak dilakukan hanya melalui media sosial tanpa adanya sistem pembayaran yang aman. Kadang notifikasi mobile banking juga terlambat masuk sehingga penjual mengira uang sudah diterima. 



Setelah barang dikirim, baru disadari ternyata saldo tidak bertambah, dan pembeli sudah tidak bisa lagi dihubungi. Cara paling aman untuk menghindari modus ini adalah selalu mengecek mutasi rekening langsung dari aplikasi bank milikmu sendiri sebelum menyerahkan barang kepada pembeli.



Phishing



Phishing masih menjadi salah satu kasus kejahatan digital yang paling marak terjadi di tahun 2026. Istilah ini berasal dari kata “fishing” atau memancing, karena pelaku berusaha memancing korban agar memberikan data pribadi secara sukarela. Biasanya pelaku menyamar sebagai institusi resmi seperti bank, kurir paket, atau pihak asuransi, lalu mengirimkan link berbahaya. 



Ketika masuk ke link, tampilan pesan dan website dibuat sangat meyakinkan sehingga banyak korban tidak sadar sedang ditipu. Menariknya, phishing modern sekarang memanfaatkan AI untuk membuat penipuan terasa lebih personal. Pelaku bisa mempelajari kebiasaan korban dari media sosial lalu membuat pesan yang sesuai dengan aktivitas sehari-harinya. 



Modusnya juga tidak hanya lewat email, tetapi sudah berkembang ke WhatsApp, telepon palsu, hingga media sosial. Jika korban sudah memasukkan username, password, atau OTP ke link palsu tersebut, akun penting mereka bisa langsung diambil alih oleh pelaku. Data pribadi hingga uang bisa habis terkuras karena sudah diambil pelaku. 



Baca juga: Ciri-Ciri Penipuan Online Love Scamming, Wajib Waspada!



Love Scamming



Di tahun 2026 ini, kasus kejahatan di dunia digital berupa love scamming juga masih sering terjadi. Banyak yang mengatakan kalau penipuan online semacam ini paling menyakitkan karena selain kerugian finansial juga melibatkan manipulasi perasaan korban. Dalam kasus semacam ini,  pelaku menggunakan profil palsu dengan foto menarik untuk mendekati korban melalui media sosial atau aplikasi kencan online. 



Setelah hubungan terasa dekat dan emosional mulai terbentuk, pelaku perlahan meminta uang dengan berbagai alasan darurat. Mulai dari biaya rumah sakit, tiket perjalanan, hingga kebutuhan mendesak seperti untuk menebus visa untuk mengunjunginya. Korban yang merasa sudah terikat dan percaya dengannya akan memberikan uang supaya bisa bertemu ataupun membantunya. 



Sekarang beberapa pelaku menggunakan teknologi deepfake untuk melakukan video call palsu agar terlihat lebih meyakinkan. Korban yang sudah merasa memiliki hubungan spesial biasanya akan lebih mudah percaya dan memberikan bantuan finansial. Setelah mendapatkan uang, pelaku biasanya langsung menghilang tanpa jejak dan memutus semua komunikasi dengan korban.



Sumber: Fortune



Crypto Scam



Sekarang semua aktivitas finansial termasuk investasi sudah bisa dilakukan secara online, dan ini membuka peluang terjadinya kasus penipuan online berupa crypto scam. Contoh kejahatan digital ini mengincar orang yang ingin mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Mereka yang tergiur akan memberikan uangnya secara cuma-cuma, padahal itu hanya janji palsu buakn investasi betulan. 



Pelaku biasanya menawarkan profit tinggi, bonus referral, hingga jaminan keuntungan tanpa risiko. Supaya terlihat terpercaya, mereka bahkan menggunakan video deepfake figur terkenal atau artis untuk mempromosikan investasi tersebut. Banyak korban akhirnya kehilangan uang karena tidak mengecek legalitas platform investasi yang digunakan. 



Penipuan Lowongan Kerja Remote



Tren kerja remote yang semakin populer ternyata juga dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penipuan lowongan kerja online. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan pada tahun 2026, banyak orang menjadi lebih mudah percaya pada tawaran kerja dengan gaji besar dan sistem work from anywhere. Pelaku biasanya membuat perusahaan palsu yang terlihat profesional lengkap dengan website dan akun media sosial yang meyakinkan. 



Korban kemudian dinyatakan diterima bekerja setelah melewati proses wawancara online. Setelah itu, korban diminta membayar biaya tertentu seperti lisensi software, administrasi, atau perlengkapan kerja yang dijanjikan akan diganti oleh perusahaan. Padahal setelah uang dikirim, pelaku langsung menghilang dan lowongan tersebut ternyata tidak pernah ada. 



Ini menjadi kasus kejahatan di dunia digital yang sering terjadi, khususnya di Indonesia. Supaya tidak menjadi korban, selalu lakukan riset tentang perusahaan dan hindari lowongan kerja yang meminta pembayaran dalam bentuk apapun. Kamu harus lebih aware juga dengan sistem kerja remote dengan gaji tinggi yang ditawarkan. 



Dengan mengetahui beberapa contoh kejahatan digital ini, seharusnya kamu bisa lebih berhati-hati supaya hal serupa tidak terjadi padamu. Selalu pastikan juga perangkat yang kamu gunakan sudah memiliki sistem keamanan yang kuat. Salah satunya HP Samsung Galaxy A16 yang sudah mendapat perlindungan khusus dari Samsung Knox Vault. 



Sistem ini akan bantu menjaga keamanan data dan data pribadi lainnya, sehingga hacker tidak dapat mengaksesnya. Tentunya, perangkat ini bisa kamu dapatkan dengan cara membelinya melalui Eraspace. Kamu bisa dapatkan free exclusive gift, potongan harga spesial, hingga jaminan barang original setiap pembelian di Eraspace. Pastikan kamu sudah bergabung menjadi member MyEraspace supaya bisa nikmati keuntungan lainnya! 



Baca juga: Tips Menghindari Modus Penipuan Instagram yang Wajib Diwaspadai



Popular Post
New Post
COPYRIGHT © 2026 ERASPACE.COM ALL RIGHTS RESERVED.