
Sumber: NordPass
Belakangan waktu ini, kasus kebocoran data pribadi masih terus terjadi di Indonesia. Banyak kasus yang terjadi mengorbankan jutaan data pribadi milik orang-orang, mulai dari nomor kartu identitas, alamat email, kata sandi, nomor telepon, hingga informasi penting lainnya. Data pribadi yang bocor inilah yang biasa digunakan untuk berbagai tindak kejahatan seperti penipuan hingga pencurian.
Untungnya, sekarang ada beragam cara cek kebocoran data pribadi yang bisa kamu coba untuk memeriksa apakah data pribadimu telah bocor atau tidak. Kamu bisa melakukannya dengan memeriksanya menggunakan email hingga pemeriksaan via situs web dan layanan keamanan digital. Nah, berikut ini sejumlah cara cek kebocoran data pribadi yang mungkin terjadi di internet atau dark web. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Salah satu cara cek data pribadi bocor atau tidak secara sederhana adalah dengan melalui pencarian Google Search. Cukup ketik namamu atau informasi sensitif lainnya seperti nomor telepon, alamat email, nomor identitas ke kolom pencarian Google, lalu tinjau hasil pencariannya. Jika muncul halaman yang mencantumkan data pribadi kamu, itu bisa jadi pertanda bahwa data kamu sudah terbuka untuk umum.
Untuk hasil pencarian lebih maksimal, kamu bisa gunakan beberapa teknik pencarian lanjutan atau advanced search di Google. Misalnya, kamu bisa mencarinya dengan format seperti ““Nama Lengkap Kamu” filetype:pdf OR filetype:xls”. Hal ini akan membantu kamu untuk menemukan dokumen lama atau file spreadsheet yang mungkin berisi data sensitif kamu.
Jika kamu menemukan data yang seharusnya privat muncul di hasil pencarian, mencatat URL-nya dan kemudian menghubungi pengelola situs atau meminta penghapusan via fitur resmi Google bisa jadi langkah awal untuk mengamankan privasimu.
Sumber: CNET
Satu cara efektif untuk memeriksa apakah data pribadimu sudah bocor ke publik atau belum adalah dengan memanfaatkan layanan situs web tertentu seperti PeriksaData. Situs ini mengumpulkan informasi dari kebocoran data sebelumnya yang memungkinkan kamu untuk mengecek apakah email atau nomor telepon milikmu pernah terpapar dalam insiden tersebut.
Untuk memeriksanya, kamu hanya perlu memasukkan alamat email atau nomor telepon ke dalam situs web Periksa Data di alamat periksadata.com. Kalau pemeriksaan menunjukkan data kamu pernah bocor, langkah pertama yang disarankan adalah segera mengganti kata sandi dan mengaktifkan fitur two-factor authentication pada akun-akun penting.
Baca juga: Ini Dia Dampak Data NPWP Bocor, Bisa Dicatut untuk Pinjol!
Cara cek kebocoran data pribadi yang bisa kamu coba selanjutnya adalah dengan menggunakan situs web F-Secure. Situs web yang satu ini mampu memeriksa apakah data pribadi email yang kamu gunakan terdapat di dalam database kebocoran data yang dimilikinya, termasuk juga dari dark web. Berikut ini sejumlah cara cek data pribadi bocor dengan F-Secure.
Salah satu langkah yang bisa kamu coba selanjutnya untuk mengecek apakah data pribadimu pernah bocor atau tidak adalah dengan menggunakan layanan gratis dari Have Been Pwned. Lewat situs web ini, kamu hanya perlu memasukkan alamat email atau nomor telepon ke kotak pencarian saja untuk mengecek apakah ada insiden kebocoran data yang melibatkan data tersebut. Berikut ini langkah-langkah untuk mengecek kebocoran data pribadi melalui Have I Been Pwned.
Salah satu cara cek kebocoran data pribadi selanjutnya yang bisa kamu coba adalah dengan menggunakan DeHashed. DeHashed merupakan mesin pencari kebocoran data yang memungkinkan kamu untuk menelusuri apakah email, nama, nomor telepon, alamat IP, atau informasi sensitif lain milikmu pernah muncul dalam database hasil peretasan atau kebocoran data, termasuk data yang sudah tersebar di dark web.
Sumber: PCMag
Salah cara cek kebocoran data pribadi selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah Avast. Bukan hanya merupakan software antivirus saja, Avast juga ppunya fitur Avast BreachGuard yang dapat memantau informasi dan data pribadi yang sudah telanjur tersebar di internet dan juga dark web. Pada versi gratis, kamu bisa memasukkan alamat email ke bagian “Dark Web Monitoring” di Avast dan memilih opsi “Check data breaches” untuk melihat apakah emailmu pernah muncul dalam kebocoran data.
Salah satu cara cepat untuk mengetahui apakah datamu pernah bocor adalah menggunakan layanan Mozilla Monitor. Kamu hanya perlu memasukkan alamat email yang digunakan sehari-hari untuk dilakukan pemaindaian terhadap database besar kebocoran data pada Mozilla Monitor. Dalam hitungan detik, sistem akan menunjukkan apakah emailmu terdaftar dalam insiden kebocoran data.
Nah, itu dia sejumlah cara untuk cek kebocoran data pribadi yang terjadi di internet hingga dark web. Pastikan juga kebutuhan gadget harianmu tetap terpenuhi dengan perangkat yang menawarkan sistem keamanan data lebih optimal melalui Eraspace.
Salah satu pilihannya adalah Samsung Galaxy A56 5G yang sudah dibekali One UI 7 untuk meningkatkan perlindungan privasi dan keamanan pengguna. Kehadiran Samsung Knox Vault turut menghadirkan lapisan keamanan tambahan sehingga perangkat ini mampu menjaga data pribadimu tetap aman dari berbagai ancaman.
Yuk, cari gadget terbaik versi kamu di Eraspace. Ada banyak promo menarik dan potongan harga spesial yang bisa kamu manfaatkan. Kamu bisa mengunjungi situs resmi Eraspace atau mengunduh aplikasinya sekarang juga!
Baca juga: Jangan Panik, Lakukan Ini Ketika Data Pribadi Bocor