
Buat kamu pengguna MacBook atau iMac, proses update macOS sebenarnya bukan tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan fitur terbaru, tetapi juga menjaga sistem perangkat tetap aman, stabil, dan optimal dalam penggunaan sehari-hari. Apple sendiri rutin menghadirkan pembaruan yang berisi perbaikan bug, peningkatan performa, hingga patch keamanan yang penting untuk melindungi data dari potensi ancaman digital.
Menariknya, meskipun proses update macOS kini sudah dibuat semakin mudah melalui menu Software Update, tetap ada beberapa langkah penting yang perlu kamu perhatikan agar tidak terjadi error atau kehilangan data di tengah proses. Nah, berikut ini ada sejumlah tips update macOS secara aman yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak sejumlah ulasan selengkapnya di bawah ini!
Sebelum kamu melakukan update macOS, langkah paling penting yang tidak boleh dilewatkan adalah melakukan backup data terlebih dahulu. Proses ini berfungsi sebagai pengaman jika sewaktu-waktu terjadi error, gagal instalasi, atau masalah teknis lain saat pembaruan berlangsung. Dengan backup, seluruh file penting seperti dokumen, foto, aplikasi, hingga pengaturan sistem bisa tetap aman dan dapat dipulihkan kapan saja.
Selain itu, backup juga memberikan kamu ketenangan saat proses update berjalan karena kamu tidak perlu khawatir kehilangan data penting jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Kamu bisa menggunakan hard drive eksternal atau layanan cloud untuk menyimpan salinan data sebelum pembaruan dimulai.

Sumber: Information Support Support Services
Salah satu tips update macOS secara aman yang perlu kamu pertimbangkan selanjutnya adalah memastikan perangkat Mac kamu telah kompatibel. Hal ini terbilang penting karena tidak semua model Mac mendukung pembaruan sistem operasi terbaru. Jika perangkat tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan Apple, proses update bisa gagal atau bahkan tidak muncul di menu Software Update.
Untuk mengeceknya, kamu bisa membuka menu About This Mac dan melihat model serta tahun rilis perangkat, kemudian mencocokkannya dengan daftar kompatibilitas resmi Apple. Tips yang satu ini juga bisa membantu kamu untuk menghindari berbagai masalah setelah update, seperti penurunan performa, fitur yang tidak berjalan optimal, atau aplikasi tertentu yang tidak lagi didukung.
Baca juga: 10 Trik MacOS 15 Sequoia yang Bantu Tingkatkan Produktivitas!
Tips selanjutnya yang perlu diperhatikan saat ingin update macOS adalah menyiapkan ruang penyimpanan perangkat yang mencukupi. Banyak pengguna mengira ruang yang dibutuhkan hanya sebesar file update yang diunduh, padahal proses instalasi juga memerlukan ruang tambahan untuk menyalin, mengekstrak, dan mengganti file sistem lama dengan yang baru. Jika kapasitas penyimpanan terlalu penuh, proses update berisiko gagal atau mengalami berbagai kendala selama instalasi berlangsung.
Untuk memeriksa kapasitas penyimpanan, kamu bisa mengikut langkah-langkah berikut ini.
Masuk ke menu System Settings.
Lalu klik menu General.
Pilih opsi Storage dan hapus file yang sudah tidak diperlukan jika ruang kosong mulai menipis.
Salah satu hal yang sering dianggap sepele saat melakukan update macOS adalah kualitas koneksi internet yang digunakan. Padahal, file pembaruan macOS biasanya berukuran cukup besar dan membutuhkan proses unduhan yang berlangsung secara terus-menerus hingga selesai. Jika koneksi internet tidak stabil, proses download bisa terhenti, gagal, atau bahkan mengharuskan kamu mengulang unduhan dari awal.
Setelah memastikan koneksi internet tetap stabil, pastikan juga kamu melakukan updating yang sudah disediakan secara resmi oleh Apple. Tips ini berguna untuk memastikan bahwa kamu mendapatkan update sistem operasi yang resmi sehingga terhindar dari risiko keamanan. Nah, berikut ini sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk update macOS secara aman.
Buka menu System Settings terlebih dahulu.
Selanjutnya masuk ke menu General.
Klik opsi Software Update dan perangkat Mac akan secara otomatis menampilkan versi macOS yang kompatibel dengan perangkatmu.
Selain itu, kamu juga bisa mengaktifkan opsi Automatic Updates agar Mac secara otomatis memeriksa, mengunduh, dan memasang pembaruan keamanan terbaru dari Apple.

Sumber: Macworld
Sebelum memulai proses update macOS, pastikan kondisi baterai MacBook kamu berada dalam keadaan yang aman. Sebaiknya kamu menyambungkan perangkat ke adaptor daya selama proses pembaruan berlangsung, terutama jika update yang diunduh berukuran besar dan membutuhkan waktu instalasi yang cukup lama. Dengan sumber daya yang stabil, risiko perangkat mati mendadak akibat kehabisan baterai saat proses update berlangsung dapat diminimalkan.
Ketika proses update macOS sedang berlangsung, usahakan untuk tidak menutup, me-restart, atau mematikan Mac secara paksa. Selama pembaruan berjalan, sistem sedang mengunduh, menyalin, dan mengganti berbagai file penting yang dibutuhkan oleh macOS. Jika proses kamu mengandalkan perangkat berkualitas dengan jaminan produk asli. Salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan adalah MacBook Pro M4 yang hadir dengan performa luar biasa dan tersebut terhenti di tengah jalan akibat perangkat dimatikan, ada risiko instalasi menjadi tidak sempurna dan menyebabkan gangguan pada sistem setelah Mac dinyalakan kembali.
Itu dia sejumlah tips untuk melakukan update sistem operasi macOS secara aman dan terhindar dari risiko kehilangan data. Agar pengalaman bekerja kamu makin optimal, pastikan diklaim mampu memberikan kecepatan hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan perangkat yang masih menggunakan chip M1.
Kabar baiknya, MacBook Pro M4 bisa kamu dapatkan dengan penawaran harga yang lebih menarik melalui Eraspace. Selain memperoleh produk original bergaransi, kamu juga berkesempatan menikmati berbagai promo dan keuntungan belanja eksklusif yang tersedia. Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi website resmi Eraspace atau unduh aplikasinya sekarang untuk mendapatkan perangkat impianmu dengan lebih mudah dan menguntungkan.
Baca juga: 7 Fitur Tersembunyi MacOS Tahoe 26 yang Sangat Useful