
Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain menjalankan puasa, ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan karena dapat memperbanyak pahala dan meningkatkan kualitas ibadah. Salah satunya adalah dengan melakukan itikaf atau berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah, seperti shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan berbagai amalan kebaikan lainnya.
Tradisi ibadah ini bahkan menjadi amalan yang rutin dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana tata cara itikaf di masjid. Agar ibadah ini dapat dijalankan dengan baik dan sesuai tuntunan, kamu perlu mengetahui bagaimana tata cara itikaf di masjid. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Dalam ajaran Islam, hukum itikaf pada dasarnya adalah sunnah, yaitu ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Itikaf biasanya dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid sambil memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, serta berdoa.
Amalan ini menjadi semakin dianjurkan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan karena pada waktu tersebut Rasulullah SAW secara rutin melaksanakan i’tikaf untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mencari keberkahan malam Lailatul Qadar. Hal itu didasarkan pada hadits riwayat Imam Muslim berikut ini.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَاعْتَكِفُ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِن رَمَضَانَ حَتَّى يُوَفَّاهُ اللَّهُ
Latin: “‘An Aisyah radhiyallahu ‘anha qaalat: Kaana Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam ya’takifu fi al-‘ashri al-awaakhir min Ramadan hatta yuwaffahu Allah.”
Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Nabi Muhammad SAW biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga Allah memanggil beliau.” (HR. Muslim no. 1169)
Meski pada dasarnya sunnah, hukum itikaf juga bisa berubah tergantung pada kondisi tertentu. Itikaf dapat menjadi wajib apabila seseorang bernazar untuk melakukannya sehingga ia harus menunaikan nazar tersebut. Selain itu, para ulama juga menjelaskan bahwa itikaf dapat menjadi makruh atau bahkan tidak diperbolehkan jika dilakukan dalam keadaan yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat, misalnya menimbulkan fitnah atau melanggar aturan tertentu.

Sumber: Daily Sabah
Sebelum memulai itikaf di masjid, kamu perlu menanamkan niat di dalam hati untuk memulai ibadah itikaf. Dalam Islam, niat merupakan salah satu rukun penting dalam berbagai ibadah, termasuk itikaf. Niat ini menandakan bahwa kamu berdiam diri di masjid bukan sekadar beristirahat atau menghabiskan waktu saja, tetapi benar-benar untuk fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Niat itikaf di masjid bisa dilakukan sebelum ataupun saat memasuki masjid. Meskipun cukup dilakukan di dalam hati, banyak ulama yang menganjurkan lafaz niat itikaf untuk membantu memantapkan tujuan ibadah tersebut. Berikut lafaz niat itikaf di masjid.
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Latin: “Nawaitu an’itikafa fi hadzal masjidi lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah ta’ala.”
Baca juga: 9 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan yang Sangat Dianjurkan
Setelah mengetahui niat itikaf, selanjutnya kamu perlu mengetahui apa saja tata cara itikaf di masjid yang perlu diperhatikan. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat melakukan itikaf sebagai berikut.
Menetapkan Niat Itikaf Karena Allah SWT
Memilih Masjid Sebagai Tempat Itikaf
Masuk Masjid dengan Adab yang baik
Berdiam Diri di Masjid Selama Waktu Itikaf
Memperbanyak Amalan Ibadah
Menjaga Adab dan Menghindari Hal yang Mengurangi Kekhusyukan

Sumber: Independent Observer
Saat menjalankan itikaf di masjid, ada beberapa hal yang perlu kamu hindari karena dapat membatalkan ibadah itikaf yang sedang dijalankan. Salah satu yang paling utama adalah keluar dari masjid tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat. Hal itu dikarenakan itikaf pada dasarnya adalah berdiam diri untuk beribadah di masjid sehingga meninggalkan masjid dapat memutus rangkaian ibadah tersebut.
Nah, berikut ini hal-hal yang membatalkan itikaf di masjid yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan itikaf.
Keluar Masjid Tanpa Kebutuhan atau Alasan Syar’i
Berhubungan Suami Istri
Haid atau Nifas
Hilang Akal
Murtad
Selain hal yang tidak diperbolehkan, kamu juga perlu mengetahui apa saja yang masih diperbolehkan untuk dilakukan saat sedang itikaf di masjid. Misalnya, kamu tetap boleh makan, minum, dan tidur. Berikut ini hal-hal yang diperbolehkan selama itikaf.
Makan dan Minum di dalam Masjid
Tidur atau Beristirahat di Masjid
Keluar Masjid untuk Kebutuhan Mendesak
Berbicara atau Berinteraksi Secukupnya
Mandi dan Menjaga Kebersihan
Melakukan Kegiatan Bermanfaat
Nah, itu dia ulasan lengkap terkait tata cara itikaf di masjid dan berbagai hal yang membatalkannya. Agar produktivitas dan komunikasi tetap lancar meski sedang ibadah itikaf di masjid, kamu bisa melengkapi kebutuhan perangkat gadget seperti tablet untuk keperluan segala aktivitas harian. Di Eraspace, kamu bisa mendapatkan banyak pilihan produk tablet berkualitas dengan berbagai keuntungan belanja online yang menarik.
Salah satu rekomendasinya adalah Samsung Galaxy Tab S9 FE+ yang mengusung layar WQXGA+ 12,4 inci yang mampu memberikan tampilan visual yang sangat tajam dan jernih. Kamu bisa membelinya di Eraspace dengan penawaran promo harga terbaik dibanding tempat lainnya. Yuk, segera kunjungi situs resmi Eraspace dan temukan produk gadget impianmu sekarang juga!
Baca juga: Sejumlah Aplikasi Al Quran, Tingkatkan Ibadah di Bulan Ramadan