Kategori

8 Momen Ikonik Piala Dunia yang Mengubah Sejarah Sepak Bola

Sumber: ESPN

8 Momen Ikonik Piala Dunia yang Mengubah Sejarah Sepak Bola

12 Jun 2026
Lifestyle

Piala Dunia 2026 akhirnya kembali menyita perhatian pecinta sepak bola di seluruh dunia. Turnamen yang digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim peserta dan lebih dari 100 pertandingan. Format baru tersebut membuat persaingan jadi semakin menarik sekaligus mengingatkan kembali momen ikonik Piala Dunia yang terus dikenang oleh penggemar sepak bola.



Jauh sebelum Piala Dunia 2026 digelar, ajang empat tahunan ini sudah lebih dahulu melahirkan berbagai momen legendaris yang sulit dilupakan. Mulai dari gol kontroversial "Hand of God" milik Diego Maradona pada 1986, sundulan kepala Zinedine Zidane di final 2006, hingga kekalahan mengejutkan Brasil 1-7 dari Jerman pada 2014. Nah, berikut ini daftar momen ikonik Piala Dunia yang pernah terjadi sepanjang sejarah. Yuk, simak sejumlah ulasannya di bawah ini!





Hand of God Punya Diego Maradona



Salah satu momen paling kontroversial sekaligus paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia adalah "Hand of God" yang dilakukan oleh Diego Maradona pada perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina melawan Inggris. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-51 ketika Maradona melompat untuk menyambut bola yang mengarah ke kotak penalti Inggris. Dalam situasi tersebut, ia secara sengaja menyentuh bola menggunakan tangan kirinya sebelum bola masuk ke gawang yang dijaga Peter Shilton.



Meski para pemain Inggris langsung melakukan protes, wasit tetap mengesahkan gol tersebut karena tidak melihat pelanggaran yang terjadi. Argentina akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 dan melaju ke babak berikutnya.



Yang membuat momen ini semakin legendaris adalah pengakuan Maradona setelah pertandingan. Ia menyebut gol tersebut tercipta sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan yang kemudian melahirkan istilah Hand of God dan terus dikenang hingga sekarang. 



Sumber: Goal.com



Goal of the Century oleh Maradona di Piala Dunia 1986



Jika gol Hand of God dikenang karena kontroversinya, maka Goal of the Century dikenang karena kejeniusan murni Diego Maradona. Momen bersejarah ini terjadi hanya empat menit setelah gol Hand of God dalam laga perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris.



Berawal dari operan di area pertahanan sendiri, Maradona menggiring bola sejauh lebih dari 60 meter sambil melewati lima pemain Inggris dan kiper Peter Shilton sebelum menceploskan bola ke gawang. Seluruh proses tersebut hanya berlangsung sekitar 10 hingga 11 detik, tetapi cukup untuk menciptakan salah satu gol terbaik yang pernah tercipta dalam sejarah sepak bola.



FIFA kemudian menobatkan gol tersebut sebagai FIFA World Cup Goal of the Century melalui pemungutan suara global menjelang Piala Dunia 2002. Hingga kini, aksi solo Maradona di Stadion Azteca masih sering diputar ulang dan dijadikan standar emas bagi gol individu di panggung terbesar sepak bola dunia.



Baca juga: Daftar Pemenang World Cup dari Awal Hingga Sekarang, Brazil Terbanyak!



Sundulan Zinedine Zidane di Final Piala Dunia 2006



Salah satu momen ikonik Piala Dunia yang tidak kalah menarik berikutnya adalah sundulan Zidane di Final Piala Dunia 2006 antara Prancis dan Italia. Kedua tim tersebut sebenarnya turut menyajikan permainan yang mengesankan sejak awal pertandingan. Zinedine Zidane bahkan berhasil membawa Prancis unggul lebih dulu melalui penalti bergaya Panenka, sebelum Marco Materazzi menyamakan kedudukan untuk Italia. 



Namun, momen yang paling diingat dari laga tersebut justru terjadi pada babak perpanjangan waktu ketika Zidane secara mengejutkan menanduk dada Materazzi setelah terjadi adu kata di lapangan. Wasit kemudian mengeluarkan kartu merah, memaksa sang kapten Prancis meninggalkan lapangan di salah satu momen paling krusial dalam sejarah Piala Dunia. 



Brasil Dibantai Jerman 7–1 pada Piala Dunia 2014



Kekalahan Brasil 1-7 dari Jerman pada semifinal Piala Dunia 2014 menjadi salah satu kejutan terbesar yang pernah terjadi di panggung sepak bola dunia. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Mineirão, Brasil sebenarnya datang dengan status favorit meski kehilangan Neymar akibat cedera dan Thiago Silva karena akumulasi kartu. 



Namun, yang terjadi di lapangan justru di luar dugaan. Jerman tampil sangat dominan dan berhasil mencetak lima gol hanya dalam kurun waktu sekitar 18 menit pada babak pertama. Ketika peluit akhir berbunyi, papan skor menunjukkan angka 7-1 untuk kemenangan Jerman. Bagi masyarakat Brasil, pertandingan tersebut bahkan dikenal dengan sebutan Mineirazo yang mengingatkan pada tragedi Maracanazo saat Brasil kalah di final Piala Dunia 1950. 



Geoff Hurst dan Gol Hantu di FInal 1966



Salah satu momen ikonik Piala Dunia yang sangat kontroversial dalam sejarah terjadi pada final tahun 1966 yang mempertemukan Inggris dan Jerman Barat di Stadion Wembley. Saat pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu dengan skor imbang 2-2, Geoff Hurst melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang lalu memantul ke dekat garis gawang. 



Wasit sempat ragu sebelum akhirnya berkonsultasi dengan hakim garis Tofiq Bahramov dan memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut. Keputusan itulah yang kemudian melahirkan istilah gol hantu atau ghost goal karena hingga puluhan tahun kemudian masih banyak pihak yang memperdebatkan apakah bola benar-benar sudah melewati garis gawang sepenuhnya atau belum. 



Gol tersebut membuat Inggris unggul 3-2 sebelum akhirnya Geoff Hurst mencetak satu gol tambahan untuk memastikan kemenangan 4-2 dan membawa Inggris meraih gelar Piala Dunia pertama sekaligus satu-satunya hingga saat ini.



Sumber: ny times



Tangan Luis Suarez Menyelamatkan Uruguay di Piala Dunia 2010



Salah satu momen ikonik sekaligus paling kontroversial yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia adalah pada saat momen perempat final Piala Dunia 2010 antara Uruguay dan Ghana. Menjelang akhir babak perpanjangan waktu dengan skor masih imbang 1-1, Ghana mendapatkan peluang emas yang hampir memastikan kemenangan. 



Namun, saat bola mengarah ke gawang yang sudah kosong, Luis Suárez secara sengaja menepis bola menggunakan tangannya tepat di depan garis gawang. Aksi tersebut membuatnya langsung menerima kartu merah, tetapi di saat yang sama berhasil menggagalkan gol yang nyaris membawa Ghana melaju ke semifinal.



Drama belum berhenti sampai di situ. Ghana memperoleh hadiah penalti sebagai konsekuensi dari pelanggaran Suárez, tetapi tendangan Asamoah Gyan justru membentur mistar gawang dan gagal menjadi gol. Pertandingan kemudian berlanjut ke adu penalti yang akhirnya dimenangkan oleh Uruguay. Bagi sebagian orang, tindakan Suárez dianggap tidak sportif karena sengaja melanggar aturan. Namun bagi pendukung Uruguay, aksi tersebut dipandang sebagai bentuk pengorbanan demi tim. 



Pele Mengangkat Trofi Ketiga Brasil di Piala Dunia 1970



Piala Dunia 1970 di Meksiko menjadi panggung yang semakin mengukuhkan status Pelé sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Memimpin generasi emas Brasil yang dihuni pemain-pemain hebat seperti Jairzinho, Tostão, Rivellino, dan Carlos Alberto, Pelé tampil luar biasa sepanjang turnamen. Puncaknya terjadi pada laga final ketika Brasil menghadapi Italia dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 4-1. 



Dalam pertandingan tersebut, Pelé turut menyumbangkan satu gol serta berperan penting dalam terciptanya sejumlah peluang yang membawa Brasil tampil begitu dominan di atas lapangan. Keberhasilan tersebut membuat Brasil menjadi negara pertama yang meraih tiga gelar juara Piala Dunia setelah sebelumnya menjuarai edisi 1958 dan 1962. 



Momen ketika Pelé mengangkat trofi Jules Rimet di hadapan ribuan penonton pun menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia. Bagi banyak penggemar, kemenangan Brasil pada tahun 1970 tidak hanya melambangkan kesuksesan sebuah tim, tetapi juga menampilkan salah satu permainan sepak bola paling indah yang pernah diperlihatkan di ajang Piala Dunia.



Lionel Messi Menuntaskan Misi Terakhirnya di Piala Dunia 2022



Kemenangan Lionel Messi di Piala Dunia 2022 menjadi salah satu momen ikonik Piala Dunia yang tidak kalah menarik dan paling emosional selanjutnya. Setelah bertahun-tahun mengejar satu gelar yang selalu terasa kurang dalam karier gemilangnya, Messi akhirnya berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia usai mengalahkan Prancis lewat drama adu penalti di final yang berlangsung sangat intens. 



Dalam pertandingan tersebut, Messi tampil luar biasa dengan mencetak dua gol di waktu normal dan satu gol tambahan di babak perpanjangan waktu seolah menegaskan bahwa ia benar-benar menjadi pusat permainan Argentina di panggung terbesar sepak bola dunia. Momen ketika Messi mengangkat trofi Piala Dunia di Stadion Lusail pun langsung menjadi simbol penuntasan misi terakhir dalam perjalanan kariernya.



Nah, itu dia rangkuman lengkap terkait momen paling ikonik yang pernah terjadi sepanjang sejarah Piala Dunia digelar. Supaya pengalaman menonton jadi lebih maksimal, kamu juga bisa menyiapkannya dengan perangkat hiburan yang mumpuni, salah satunya seperti Xiaomi TV A2 43 Inch UHD. Smart TV ini sudah mendukung kualitas tampilan 4K UHD 3840 x 2160 piksel yang membuat setiap momen pertandingan terlihat lebih tajam, detail, dan terasa seperti sedang berada langsung di stadion. 



Menariknya lagi, kamu bisa mendapatkan Xiaomi TV A2 43 Inch UHD ini dengan harga yang lebih hemat melalui Eraspace. Ada banyak promo menarik yang bisa dimanfaatkan, mulai dari diskon spesial, penawaran pembayaran dengan bank tertentu, hingga bonus poin MyEraspace yang bisa dikumpulkan untuk keuntungan belanja berikutnya. Jadi, kalau kamu ingin menikmati pengalaman menonton Piala Dunia dengan kualitas visual yang lebih imersif, saatnya cek produk ini di Eraspace sekarang juga.



Baca juga: Jadwal Piala Dunia 2026 dan Format Baru 48 Tim, Sudah Tau?



Popular Post
New Post
COPYRIGHT © 2026 ERASPACE.COM ALL RIGHTS RESERVED.