
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi kini sedang menjadi sorotan utama di kalangan gamer Indonesia. Isu ini berawal ketika tag Indonesia Game Rating System atau IGRS tiba‑tiba muncul di platform Steam dan memicu gelombang protes dari komunitas gamers karena beberapa label usia dianggap aneh atau tidak sesuai konten game-nya. Misalnya, game terkenal Clair Obscur dikategorikan sebagai Refused Classification yang terancam diblokir.
Akibat kontroversi itu, banyak gamer dan netizen menyerbu akun media sosial resmi Komdigi dengan berbagai kritik. Lantas, apa itu IGRS Komdigi yang sedang ramai ini dan mengapa ada banyak game populer di Steam yang terancam diblokir? Nah, berikut ini ada ulasan lengkap terkait apa itu IGRS Komdigi yang kini sedang jadi sorotan di media sosial. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Lantas, apa itu IGRS Komdigi? IGRS atau Indonesia Game Rating System merupakan sistem klasifikasi usia untuk game online di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Klasifikasi tersebut ditujukan agar dapat memberikan informasi mengenai konten game yang dimainkan sehingga para gamer bisa memainkan game yang sesuai dengan usianya.
Lewat IGRS Komdigi ini, setiap judul game akan dinilai berdasarkan elemen kontennya, mulai dari unsur bahasa, kekerasan, atau tema sensitif yang diusungnya. Hasil penilaian tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kategori usia seperti semua umur, 3+, 7+, 13+, hingga 18+ sehingga pemain bisa lebih bijak untuk menentukan game mana yang aman dimainkan sesuai usianya.
IGRS pertama kali diperkenalkan sejak 2016 dalam ajang BEKRAF Game Prime sebagai implementasi dari regulasi pemerintah terkait klasifikasi permainan digital. Namun, diperkenalkan kembali pada 2025 saat Komdigi memperkenalkan ulang sistem ini dalam event IGDX di Bali sebagai bagian dari penguatan kebijakan PP TUNAS Nomor 17 Tahun 2025 yang menitikberatkan pada perlindungan anak, keamanan data, dan literasi digital keluarga.

Sumber: Bloomberg Technoz
Beberapa waktu lalu, netizen penggemar games hingga komunitas games ramai memperbincangkan kejanggalan sistem rating IGRS Komdigi yang tiba-tiba muncul di platform game seperti Steam. Bukannya memberikan kejelasan, banyak gamer justru menemukan label usia yang terasa tidak masuk akal, mulai dari game dengan konten dewasa yang diberi rating 3+ hingga game ringan yang justru dikategorikan 18+.
Fenomena ini langsung memicu gelombang kritik di media sosial karena dianggap membingungkan dan berpotensi menyesatkan, terutama bagi pemain muda dan orang tua yang mengandalkan label tersebut sebagai panduan. Kontroversi ini semakin melebar setelah pihak Komdigi memberikan klarifikasi bahwa rating yang beredar tersebut bukan hasil klasifikasi resmi, melainkan dari mekanisme self-declare oleh platform atau publisher tanpa proses verifikasi pemerintah.
Akibatnya, banyak rating yang dianggap tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik, terutama dalam menentukan kelayakan usia pemain. Terlebih lagi banyak netizen yang turut mengkritik mekanisme otomatis yang dinilai terlalu bergantung pada input data tanpa pengawasan ketat sehingga memunculkan inkonsistensi yang merugikan pemain dan developer.
Baca juga: 7 Rekomendasi Game RPG Android Terbaik yang Wajib Dimainkan
Dalam sistem IGRS Komdigi, kategori usia menjadi kriteria utama untuk menentukan apakah sebuah game layak dimainkan oleh kelompok umur tertentu. Secara umum, klasifikasi ini dibagi ke dalam lima tingkatan utama, yaitu 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+. Setiap kategori dibuat berdasarkan tingkat sensitivitas konten di dalam game, mulai dari yang benar-benar ramah anak hingga yang mengandung unsur dewasa seperti kekerasan. Berikut ini adalah klasifikasi game berdasarkan usia menurut IGRS.
Semua Usia (SU) yang berarti aman untuk seluruh kalangan.
3+ (Tiga tahun atau lebih) yang hanya berisi konten sangat ringan tanpa unsur kekerasan atau bahasa kasar.
7+ (Tujuh tahun atau lebih) yang mengandung sedikit elemen fantasi atau horor ringan.
13+ (Tiga belas tahun atau lebih) yang sudah mengandung unsur kekerasan moderat atau penggunaan bahasa yang lebih kompleks.
18+ (Delapan belas tahun atau lebih) yang ditujukan khusus untuk pemain dewasa karena mengandung tema berat atau elemen sensitif.
Di luar kategori tersebut, terdapat juga label unrated atau tidak terklasifikasi untuk game yang mengandung unsur terlarang seperti perjudian, pornografi, atau hal yang bertentangan dengan hukum di Indonesia. Proses penilaian ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan diawasi oleh Komite Klasifikasi yang melibatkan pemerintah, pakar, hingga pelaku industri game agar hasilnya tetap objektif dan dapat dipercaya.

Sumber: Steam
Dengan sistem klasifikasi game berdasarkan usia di atas, banyak netizen dan komunitas games yang kemudian mempertanyakan label usia yang justru tidak wajar pada beberapa judul game. Sejumlah kejanggalan langsung jadi sorotan, salah satunya saat game dewasa bertema seksual seperti NUKITASHI justru diberi label 3+ seolah aman untuk anak-anak. Di sisi lain, game naratif lokal yang sarat nilai sosial seperti A Space for the Unbound besutan Toge Productions malah diklasifikasikan sebagai 18+ yang identik dengan konten dewasa.
Tak berhenti di situ, berbagai laporan juga menyebutkan bahwa sejumlah game kelas AAA seperti Clair Obscure: Expedition 33 hingga Metal Gear Solid Delta: Snake Eater masuk kategori RC atau Refused Classification yang berarti berpotensi tidak bisa diedarkan di Indonesia.
Kondisi tersebut memicu gelombang protes dari komunitas gamer yang ramai-ramai melayangkan kritik di media sosial. Menyikapi tekanan tersebut, Komdigi akhirnya mengambil langkah cepat dengan mencabut sementara implementasi IGRS di Steam pada awal April 2026 sembari melakukan evaluasi atas persoalan teknis yang terjadi.
Itulah ulasan lengkap terkait kontroversi rating game IGRS yang dilakukan Komdigi. Terlepas dari masalah tersebut, jangan lupa untuk memastikan perangkat game kamu tetap mumpuni dengan mengandalkan perangkat game berkualitas seperti yang tersedia di Eraspace. Salah satu opsi yang patut dipertimbangkan adalah Samsung Galaxy S25 Edge yang sudah dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Mobile serta RAM 12 GB sehingga mampu menjalankan game berat dengan lancar.
Untuk mendapatkannya, kamu bisa memanfaatkan berbagai penawaran menarik di Eraspace. Selain promo harga spesial, tersedia juga beragam keuntungan tambahan yang membuat pengalaman belanja jadi lebih menguntungkan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera temukan gadget impianmu dan tingkatkan pengalaman gaming kamu bersama Eraspace!
Baca juga: 5 Rekomendasi Game RPG Co-Op Terbaik di 2026 yang Wajib Dicoba