Sumber: SSON
Seiring dengan berkembang pesatnya teknologi kecerdasan buatan, Agentic AI menjadi salah satu konsep teknologi AI terbaru yang kini banyak dibicarakan dan menarik perhatian. Berbeda dari AI generatif yang hanya menghasilkan respons berdasarkan perintah, Agentic AI justru mempunyai kemampuan berinisiatif, menetapkan tujuan, serta mengambil keputusan secara mandiri.
Teknologi ini akan membawa penyelesaian tugas ke tingkat yang berbeda karena mampu mengambil inisiatif langkah-langkahnya sendiri. Sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui apa itu Agentic AI dan apa perbedaan utamanya dari AI generatif umumnya? Yuk, simak ulasan selengkapnya terkait apa itu Agentic AI di bawah ini!
Apa itu Agentic AI?
Perkembangan teknologi AI dikabarkan akan segera disambut dengan gelombang baru yang disebut sebagai Agentic AI. Hal itu bahkan disebut-sebut menuntut berbagai perusahaan agar mampu beradaptasi secara lebih matang untuk mengadopsi teknologi ini. Lalu, apa itu Agentic AI? Agentic AI adalah sistem kecerdasan buatan atau AI yang mampu bertindak secara mandiri untuk mencapai tujuan tertentu dengan memecahkannya menjadi tugas-tugas, merencanakan langkah, dan belajar dari pengalaman.
Teknologi Agentic AI merupakan bentuk lanjutan dari sistem AI yang berfokus pada pengambilan keputusan dan tindakan secara mandiri. Menariknya, teknologi tersebut disebut-sebut berpotensi untuk mengubah drastis berbagai industri dengan mengotomatiskan proses yang kompleks dan mengoptimalkan alur kerja.
Sumber: InfoWorld
Perbedaan Agentic AI dengan AI Generatif Biasa
Setelah mengetahui apa itu Agentic AI, lalu apa perbedaannya dengan AI generatif biasa? Teknologi AI generatif bekerja secara reaktif dengan menerima instruksi atau prompt, lalu menghasilkan konten berupa teks, gambar, kode sebagai responsnya. Sementara itu, Agentic AI lebih bersifat proaktif karena mampu menetapkan tujuannya sendiri, merencanakan rangkaian tindakan, dan mengeksekusi tugas tertentu.
Kemampuannya ini membuat Agentic AI dapat bekerja secara lebih otonom dibandingkan AI generatif biasa. Jika AI generatif masih bergantung sepenuhnya pada perintah manusia, Agentic AI justru dapat menilai situasi, mengambil keputusan, serta menyesuaikan tindakannya berdasarkan konteks yang berubah. Dengan kata lain, teknologi Agentic AI juga mampu bertindak untuk mencapai hasil tertentu secara otonom.
Baca juga: 5 Tren Teknologi 2025 yang Membawa Perubahan Besar di Tahun Ini
Contoh Otomatisasi Agentic AI
Agentic AI menawarkan bentuk otomatisasi yang jauh lebih canggih dibandingkan sistem AI tradisional. Jika sebelumnya otomatisasi hanya sebatas mengikuti pola atau perintah yang sudah diprogram, Agentic AI justru mampu mengambil keputusan secara mandiri berdasarkan data dan kondisi yang dihadapinya. Nah, berikut ini sejumlah contoh Agentic AI yang perlu kamu ketahui.
Layanan Pelanggan
Salah satu contoh penerapan Agentic AI adalah melalui layanan pelanggan. Agentic AI dapat digunakan untuk memberdayakan agen manusia dalam menangani masalah yang lebih kompleks dengan mengelola pertanyaan pelanggan, menyelesaikan masalah, dan memberikan dukungan yang dipersonalisasi. Teknologi ini bahkan mampu memprediksi kebutuhan pelanggan berdasarkan riwayat interaksi dan pola perilaku mereka.
Pengelolaan Supply Chain
Teknologi Agentic AI dapat membantu pengelolaan supply chain menganalisis data dari berbagai sumber seperti data penjualan, inventaris, dan pengiriman. Hal itu memungkinkan sistem untuk mengidentifikasi potensi hambatan yang mungkin terjadi, seperti keterlambatan pengiriman atau kekurangan stok. Misalnya, Agentic AI akan secara otomatis memesan ulang bahan baku ketika stok menipis atau menyesuaikan rute pengiriman agar lebih efisien berdasarkan kondisi cuaca.
Perawatan Kesehatan
Agentic AI juga dapat membantu pekerjaan dokter dan peneliti kesehatan dalam melakukan diagnosis, perencanaan pengobatan, dan penemuan obat. Hal itu dilakukan dengan cara menganalisis rekam medis, makalah penelitian, dan uji klinis. Teknologi Agentic AI ini mampu bekerja secara mandiri dalam mengidentifikasi pola dari data medis yang sangat kompleks hingga memperkirakan hasil pengobatan berdasarkan kondisi pasien.
Jasa Keuangan
Dalam industri jasa keuangan, Agentic AI juga dapat membantu untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengambilan keputusan. Teknologi ini mampu mengotomatiskan proses penting, seperti deteksi penipuan, analisis risiko kredit, serta penyusunan strategi investasi dengan memanfaatkan data pasar, perilaku nasabah, dan laporan keuangan secara real-time.
Pengembangan Software
Salah satu contoh penerapan Agentic AI selanjutnya adalah untuk kebutuhan pengembangan software bagi para software developer. Teknologi Agentic AI mampu membantu untuk mengotomatiskan berbagai tahapan penting, seperti penulisan kode, proses debugging, hingga pengujian aplikasi. Teknologi ini memungkinkan para software developer untuk memangkas waktu secara signifikan.
Sumber: World Economic Forum
Risiko dan Masalah Etika
Meski menawarkan potensi besar dalam berbagai sektor, penggunaan Agentic AI juga turut menimbulkan sejumlah risiko dan masalah etika yang perlu diperhatikan. Salah satu kekhawatiran utamanya terletak pada tingkat otonomi sistem yang tinggi sehingga AI dapat membuat keputusan tanpa campur tangan manusia sama sekali. Hal itu tentunya menimbulkan persoalan tanggung jawab dan akuntabilitas jika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh AI.
Selain itu, Agentic AI juga menyimpan tantangan tersendiri bagi banyak orang terkait isu privasi data, potensi bias algoritma, dan penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan tertentu. Terlebih lagi regulasi sering kali tertinggal jauh dari laju inovasi teknologi yang cenderung cepat. Hal itu membuat penerapan teknologi berjalan lebih cepat daripada kesiapan regulasi dan kebijakan yang mengaturnya.
Nah, itu dia ulasan lengkap terkait apa itu Agentic AI dan berbagai contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pastikan kamu juga melengkapi gadget andalanmu dengan perangkat terbaru yang mendukung berbagai fitur teknologi mutakhir dari Eraspace. Salah satu pilihannya adalah Xiaomi Redmi Note 14 Pro+ 5G yang hadir dengan layar AMOLED dan refresh rate 120Hz sehingga mampu memberikan tampilan visual yang tajam, jernih, dan responsif.
Menariknya, kamu bisa mendapatkan Xiaomi Redmi Note 14 Pro+ 5G dengan penawaran harga spesial hanya di Eraspace. Cukup kunjungi situs resmi Eraspace atau unduh aplikasinya, lalu daftar sebagai member MyEraspace untuk menikmati berbagai promo dan keuntungan eksklusif!
Baca juga: 10 Rekomendasi Situs AI Gratis & Underrated, Bantu Kerjaanmu!

