Kategori

7 Game dengan Bujet Murah, Hasilkan Keuntungan Jutaan Dolar

Sumber: istockphoto

Pada dasarnya, proses pembuatan sebuah game membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan bujet yang tidak sedikit. Hal ini karena pengembangan game melibatkan banyak stakeholder di dalamnya untuk bisa menghasilkan game yang layak dijual. Hanya saja, perkembangan game saat ini yang kian melesat dan sedikit mengubah cara pandang para pemain tentang bermain game.

Tidak heran, jika game dengan bujet murah sekalipun bisa diterima dan dimainkan oleh para gamers, bahkan mampu melipatgandakan modal yang mereka habiskan pada pengembangan game melalui keuntungan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk bisa sukses membuat game, tidak harus fokus pada konsep game AAA saja, namun para pengembang menghadirkan beragam pengalaman bermain yang luar biasa.

Hal ini dibuktikan melalui banyaknya game dengan bujet murah pada pengembangannya, namun sukses di pasaran bahkan menghasilkan keuntungan hingga jutaan dolar. Lalu, apa saja game dengan bujet murah yang dimaksud? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Dead Cells
Salah satu game dengan bujet murah yang pertama adalah Dead Cells. Game ini dirilis pada 2018 lalu yang bertemakan Metroidvania dengan genre roguelike. Berkat mekanisme pertarungan unik dan elemen gameplay di dalamnya, Dead Cells membuat para pemain tertarik untuk memainkannya. Apalagi terdapat sistem permadeath yang membuat setiap pemain akan kehilangan semua hal yang mereka dapatkan dan mengulang dari awal ketika karakter mati.

Walaupun pihak Dead Cells tidak menyebutkan biaya yang dihabiskan dalam pengembangan, namun game ini memang dikembangkan tidak menghabiskan biaya fantastis layaknya game AAA dengan catatan penjualan mencapai lebih dari 10 juta keping di seluruh dunia. Hal ini jelas menunjukkan bahwa game ini sukses di pasaran yang bisa dimainkan lewat konsol game, PC, dan perangkat iOS.

Sumber: istockphoto

Hollow Knight
Lanjut ke rekomendasi game dengan bujet murah berikutnya adalah Hollow Knight yang juga sebagai game Metroidvania, dirilis oleh developer indie bernama Team Cherry. Game yang diluncurkan pada 2017 lalu ini populer lewat musik, gaya seni, hingga sistem combat yang menciptakan atmosfer tersendiri bagi setiap pemain.

Uniknya, Hollow Knight menghabiskan biaya murah yaitu 26,600 USD, namun berhasil masuk ke nominasi beberapa ajang penghargaan dan memenangkan Indie Game of the Year di Australian Game Awards. Harga game yang diluncurkan di awal sebesar 15 USD ini tidak hanya menjadi alasan utama kesuksesannya, namun keseruan dalam gameplay yang memang terinspirasi game Dark Souls dan Bloodborne.

Tidak heran, banyak pemain yang menyebut bahwa Hollow Knight cukup sulit dimainkan terutama ketika menghadapi bos-bos di dalamnya. Oleh karena itu, Hollow Knight berhasil mencatat penjualan hingga 2,8 juta keping dan kemungkinan akan mendapatkan sekuel.

Minecraft
Kemudian ada Minecraft yang juga menjadi game dengan bujet murah, namun sukses besar di pasaran. Game bertema sandbox yang dirilis pada 2009 untuk versi beta tes dan 2011 untuk versi penuhnya oleh developer indie bernama ini Markus ‘Notch’ Persson. Sampai saat ini, hampir semua gamers pasti pernah memainkan Minecraft maupun aktif memainkannya.

Tidak heran jika Minecraft menjadi game dengan bujet murah yang sukses dan berhasil mencatat penjualan lebih dari 300 juta keping. Bahkan, terdapat sekitar 140 juta pemain aktif Minecraft setiap bulannya. Ditambah pada September 2014 lalu, Microsoft mengakuisisi Minecraft dan developer Mojang dengan nilai 2,5 miliar USD.

Baca juga: Harga Subscription Game Naik, Ini Dampak Bagi Para Gamers

Outlast
Game dengan bujet murah berikutnya adalah Outlast yang bertemakan survival horor, dirilis pada 2013 lalu oleh Red Barrels. Outlast sendiri hadir di era generasi terakhir untuk konsol Xbox dan PlayStation, lalu pada 2018 di-ported ke Nintendo Switch. Menurut laporan, game ini dikembangkan dengan dana kurang dari 1 juta USD, namun berhasil meraih pendapatan mencapai 64 juta USD.

Kesuksesan Outlast tentu tidak terlepas dari gameplay yang dihadirkan di dalamnya yaitu konsep first person dengan elemen survival horor. Hal ini membuat setiap pemainnya akan terus merasakan ketegangan. Ditambah banyak YouTuber maupun streamer yang memainkan Outlast untuk meningkatkan viewers mereka.

Runescape
Selanjutnya ada Runescape sebagai RPG online berbasis free-to-play yang dirilis pada tahun 2001. Game ini dikembangkan oleh Jagex yang hadir dengan fitur multiplayer dan menghadirkan setting open world fantasi. Setiap pemain harus menjelajahi berbagai tempat di dalamnya sambil menyelesaikan berbagai tantangan.

Selain itu, elemen seperti sistem combat PvP, interaksi NPC, dan lain sebagainya menambah keseruan game hingga sukses di pasaran. Walaupun grafis yang ditawarkan bukan terbaik, namun keseruan beragam aktivitas di dalamnya seperti memancing, memandai besi, menambang, hingga menyelesaikan berbagai tugas membuatnya banyak dimainkan.

Berdasarkan laporan, Runescape berhasil mencatat pendapatan sekitar 1 miliar USD pada 2018 dengan pendapatan mencapai 125 juta USD dan lebih dari 62 juta USD keuntungan setiap tahun.

Starbound
Kemudian ada Starbound sebagai game 2D action adventure yang dikembangkan oleh Chucklefish. Game ini diluncurkan pada 2016 versi early access, lalu dikembangkan dengan cara crowdfunding yang muncul di Xbox Game Pass pada 2020. Starbound sendiri merupakan game indie yang membuat setiap pemain berada di dunia alien dan harus memperbaiki pesawat dengan tujuan menjelajah luar angkasa.

Game ini memperoleh kesuksesan besar, bahkan selama peluncuran early access-nya. Tidak heran, jika dalam beberapa bulan Starbound berhasil menjual lebih dari 2,5 juta keping. Oleh karena itu, game ini sangat cocok dimainkan bagi kamu yang ingin menikmati permainan 2D action adventure.

Sumber: istockphoto

Stardew Valley
Game dengan bujet murah yang terakhir untuk daftar ini adalah Stardew Valley. Untuk jenis game next generation, mungkin grafis dan gameplay yang dihadirkan game ini sangat jauh dibandingkan dengan game AAA saat ini. Namun secara cerita dan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di dalamnya, membuat game ini sangat sukses dalam kesederhanaannya.

Game ini merupakan simulasi permainan tentang kehidupan pertanian yang dirilis pada 2016 oleh developer indie Eric “ConcernedApe” Barone. Pemain akan berperan menjadi seorang petani dengan segala macam aktivitas di dalamnya. Di awal tahun 2024, Stardew Valley berhasil catatkan penjualan sebanyak 30 juta keping dengan keuntungan senilai 25 juta USD untuk perangkat PC saja.

Walaupun game ini bisa diakses di berbagai perangkat game seperti iOS, Android, Xbox One, PS4, dan PS5.

Itu dia sejumlah rekomendasi game dengan bujet murah yang berhasil catatkan pendapatan luar biasa. Walaupun dengan bujet sedikit, namun hasilnya direspon dengan baik oleh para pemain. Jika kamu belum mencoba daftar game dengan bujet murah ini, kamu bisa memainkannya di konsol PlayStation 5.

Jika belum memiliki konsol PS5, kamu bisa mendapatkannya secara online melalui Urban Republic. Caranya dengan mengunjungi website resmi Urban Republic. Tentunya, belanja di sini memungkinkan kamu untuk mendapatkan banyak keuntungan seperti jaminan produk resmi, gratis ongkir, dan masih banyak lagi. Jadi tunggu apalagi? Yuk, dapatkan produk gaming impianmu secara mudah hanya di Urban Republic.

Baca juga: 3 Game Gratis di PS Plus yang Bisa Diklaim di Oktober 2025


Diunggah Pada : 30 Okt 2025 | Kategori GAMES
    COPYRIGHT © 2026 ERASPACE.COM ALL RIGHTS RESERVED.