Sumber: KTAR News
Laptop kini sudah menjadi salah satu perangkat yang wajib dimiliki untuk bisa menunjang beragam aktivitas pekerjaan sehari-hari. Namun, tidak jarang perangkat laptop yang sedang digunakan justru mengalami lemot atau tiba-tiba berjalan sangat lambat sehingga membuat pekerjaan atau hiburan jadi terhambat. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak faktor, seperti banyaknya program berjalan di latar belakang atau ruang penyimpanan yang hampir penuh.
Ketika respons laptop terus melambat, tugas sederhana seperti membuka aplikasi atau menjelajah file bisa terasa seperti bekerja dua kali lebih lama dari seharusnya. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui apa saja cara mengatasi laptop lemot yang bisa dicoba tanpa perlu mendatangi service center. Nah, berikut ini ada sejumlah cara mengatasi laptop lemot secara efektif yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!
Tutup Aplikasi yang Tidak Dipakai
Salah satu langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kinerja laptop yang lemot adalah menutup aplikasi yang sedang berjalan tetapi tidak kamu gunakan. Di sistem operasi seperti Windows, aplikasi yang terbuka di latar belakang tetap bisa memakan sumber daya seperti CPU dan RAM, meskipun tidak diaktifkan secara langsung. Hal ini dapat membuat respons sistem menjadi lambat atau terasa tersendat saat kamu membuka program lain yang lebih penting.
Untuk mengetahui aplikasi mana saja yang masih berjalan dan menghabiskan sumber daya, kamu bisa membuka Task Manager dengan menekan shortcut Ctrl + Shift + Esc, lalu tutup aplikasi yang tidak diperlukan melalui opsi End Task.
Sumber: How to Geek
Hapus Program dan File yang Tidak Perlu
Langkah berikutnya yang bisa kamu coba untuk mengatasi masalah laptop lemot adalah dengan menghapus program dan file yang tidak perlu. Bukan tanpa alasan, berbagai aplikasi yang pernah kamu instal seiring waktu akan memenuhi ruang penyimpanan dan membebani sistem. Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa daftar aplikasi dan file di laptop kamu, kemudian hapus yang sudah tidak relevan.
Kamu bisa menghapus berbagai program dan file yang sudah tidak diperlukan melalui menu Control Panel atau Settings di Windows. Selain itu, kamu juga bisa menghapus berbagai temporary files dan file sampah lain seperti cache browser atau file unduhan agar tidak menumpuk.
Baca juga: Ini Dia 7 Penyebab Laptop Lemot yang Perlu Kamu ketahui
Bersihkan Hard Drive dan Free Up Space
Salah satu cara mengatasi laptop lemot yang bisa kamu coba selanjutnya adalah dengan membersihkan hard drive atau penyimpanan internal yang sudah hampir penuh. Pada sistem operasi Windows, kamu bisa memanfaatkan fitur bawaan seperti Disk Cleanup untuk menghapus file‑file sementara, cache, dan file sistem yang tidak dibutuhkan lagi.
Untuk menjalankan fitur Disk Cleanup, kamu bisa mengikuti beberapa langkah di bawah ini.
- Ketik Disk Cleanup di kolom pencarian Windows dan buka tool‑nya.
- Pilih drive utama yang ingin dibersihkan.
- Centang jenis file seperti Temporary files, Recycle Bin, dan System files yang ingin dihapus.
- Klik Clean up system files jika ingin membersihkan file sistem tambahan, lalu Delete files untuk mengosongkannya.
Nonaktifkan Program Startup yang Tidak Dibutuhkan
Program yang otomatis berjalan saat laptop dinyalakan sering jadi salah satu penyebab kinerja sistem terasa lambat sejak awal penggunaan. Saat terlalu banyak aplikasi yang berjalan di background, sistem perangkat akan memakan banyak sumber daya seperti RAM dan CPU sehingga memperlambat proses boot dan respons sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, kamu bisa menonaktifkan program startup yang tidak dibutuhkan melalui Task Manager sehingga hanya aplikasi penting saja yang berjalan saat laptop dinyalakan.
Dengan cara ini, laptop punya lebih banyak sumber daya untuk tugas penting yang benar‑benar kamu perlukan. Nah, berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menonaktifkan program startup di Windows.
- Tekan tombol shortcut Ctrl + Shift + Esc secara bersamaan.
- Jika hanya muncul tampilan singkat, klik More details untuk melihat semua opsi.
- Di bagian atas, pilih tab Startup.
- Di tab Startup, periksa nama program, penerbit, dan kolom Startup impact yang menunjukkan seberapa besar pengaruhnya terhadap waktu boot.
- Fokus dulu pada aplikasi dengan High impact yang jarang kamu gunakan, seperti messaging apps, cloud sync, atau peluncur game.
- Klik kanan pada aplikasi yang tidak ingin berjalan otomatis saat laptop dinyalakan.
- Pilih Disable untuk mencegahnya berjalan saat startup tanpa menghapus aplikasi tersebut dari sistemmu.
- Setelah menonaktifkan program yang tidak diperlukan, restart laptop untuk menerapkan perubahan.
Sumber: PCMag
Update Sistem Operasi dan Driver
Salah satu cara mengatasi laptop lemot berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan update sistem operasi dan driver hardware secara berkala. Sistem operasi yang sudah diperbarui biasanya membawa sejumlah perbaikan bug, peningkatan stabilitas, serta peningkatan kinerja, termasuk untuk manajemen memori dan proses latar belakang yang lebih efisien.
Tindakan update seperti ini akan membantu memastikan kompatibilitas antara komponen hardware dan software yang berjalan di laptop kamu sehingga mengurangi kemungkinan masalah teknis yang bisa membuat sistem berjalan lambat. Selain itu, kamu juga perlu melakukan update driver hardware seperti kartu grafis, chipset, atau adaptor jaringan juga karena peranannya yang penting dalam fungsi komponen tersebut.
Scan Virus dan Malware
Cara berikutnya untuk mengatasi masalah laptop lemot adalah dengan melakukan scanning virus dan malware. Bukan tanpa alasan, infeksi virus atau malware sering kali menjadi salah satu penyebab umum mengapa laptop berjalan lambat atau tidak responsif. Malware sendiri mencakup berbagai jenis program berbahaya seperti virus, trojan, spyware, atau adware yang bisa merusak sistem, mencuri data, atau memengaruhi kinerja perangkat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan sistem secara berkala dengan program antivirus atau anti‑malware yang terpercaya. Untuk melakukan scan virus dan malware, kamu bisa memanfaatkan program seperti Windows Defender yang sudah tersedia secara default di Windows atau memilih antivirus pihak ketiga yang memiliki reputasi baik.
Matikan Efek Visual Berlebihan
Tampilan visual yang menarik seperti animasi, bayangan, dan efek transparan memang bisa membuat user interface Windows jadi terlihat lebih modern. Namun, berbagai efek tersebut akan memakan sumber daya sistem, terutama pada laptop dengan spesifikasi menengah ke bawah. Ketika terlalu banyak efek visual aktif, chipset dan memori harus bekerja lebih keras untuk menampilkan animasi dan elemen grafis yang pada akhirnya bisa membuat sistem terasa lebih lambat.
Nah, menonaktifkan efek visual yang tidak terlalu penting dapat membantu mengurangi beban pada laptop dan membuat respons sistem terasa lebih cepat dan responsif. Windows menyediakan beberapa cara untuk menonaktifkan atau mengurangi efek visual ini, baik lewat menu pengaturan Visual Effects di Performance Options maupun melalui Settings di Windows 10 dan 11.
Itu dia sejumlah cara atasi laptop lemot yang bisa kamu lakukan. Pastikan laptop yang kamu gunakan memiliki sistem keamanan yang handal. Salah satu rekomendasinya adalah Apple MacBook Pro M4 14 inci yang dilengkapi fitur FileVault untuk mengenkripsi seluruh file dan aplikasi sehingga data pribadi kamu tetap terlindungi dari akses yang tidak diinginkan.
Selain itu, MacBook ini juga memberikan perlindungan kuat terhadap ancaman virus dan malware. Kamu bisa mendapatkannya dengan mudah melalui Eraspace yang menawarkan beragam promo menarik mulai dari potongan harga, diskon khusus, hingga gratis ongkir. Di Eraspace, setiap produk dijamin keasliannya, dan kamu juga bisa memanfaatkan promo dari berbagai bank. Jangan lupa untuk menjadi member MyEraspace agar bisa mengumpulkan poin yang bisa ditukar dengan beragam reward menarik.
Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Performa Laptop Agar Tetap Kencang & Cepat

